Beranda > Sehat > MANFAAT DAUN PEPAYA

MANFAAT DAUN PEPAYA

Manis jangan segera ditelan, pahit jangan lekas dimuntahkan. Pepatah itu ada benarnya juga. Daun pepaya yang pahit, berkhasiat antikanker. Obat yang murah dan mudah diperoleh.

Masyarakat mengolah daun pepaya sebagai bahan urap atau buntil. Di balik rasa pahit, daun Carica papaya itu berkhasiat antikanker. Begitulah hasil riset mutakhir Prof Dr Sismindari, peneliti di Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada. Ia membuktikan keampuhan daun pepaya menghambat pertumbuhan sel kanker payudara T47D. Sismindari menumbuk halus daun pepaya segar dan mencampurkannya dalam 5 mm sodium fosfat. Untuk memperoleh ekstrak protein, ia mensentrifugasi campuran itu selama 30 menit.

Sismindari menggunakan 0,08 – 5 mg ekstrak itu untuk menginkubasi sel kanker payudara selama 24 jam. Hasilnya, daun pepaya berefek sitotoksik terhadap sel kanker. Nilai IC50 – konsentrasi yang mampu membunuh separuh sel uji – adalah 2,8 mg/ml. Artinya, 50% sel kanker mati setelah diinkubasi dengan 2,8 mg/ml ekstrak protein daun pepaya.

Bukan hanya itu, doktor alumnus University of Leicester, Inggris, itu membuktikan daun pepaya juga bersifat sitotoksik pada sel meiloma dan sel raji. Meiloma merupakan obat tradisional sel kanker pada plasma sel alias golongan sel darah putih. Sedangkan sel raji adalah sel kanker limfoma. Dalam riset ilmiah itu nilai IC50 masing-masing 1,80 mg/ml dan 2,49 mg/ml.

Bunuh diri

Riset Sismindari sejalan dengan penelitian Dr Sukardiman dari Fakultas Farmasi Universitas Airlangga. Ia mengekstrak 350 g serbuk daun pepaya dengan pelarut kloroform. Kemudian ia memanfaatkan ekstrak itu untuk menginkubasi sel kanker meiloma tikus dalam inkubator bersuhu 37oC. Dosis berjenjang: 25 ?g, 50 ?g, 100 ?g, 150 ?g, 200 ?g, dan 300 ?g per ml.

Setelah 24 jam, ia lalu mengamati viabilitas alias tingkat kehidupan sel kanker. Hasilnya, viabilitas sel meiloma semakin turun seiring bertambahnya dosis ekstrak daun pepaya. Pada dosis 25 ?g tingkat kehidupan sel meiloma mencapai 81,5%; dosis 300 ?g, viabilitas anjlok 4,77% (lihat tabel). Menurut Sukardiman nilai IC50 ekstrak kloroform daun pepaya 104,4 ?g/ml.

Menurut Sismindari daun pepaya bersifat antikanker lantaran mengandung ribosome inactivating protein (RIP). Protein itu mampu membunuh dan menekan perkembangan sel kanker. RIP merupakan protein toksik yang mampu menghambat sintesis protein melalui menonaktifkan ribosom – tempat sintesis protein – sehingga protein gagal terbentuk. Bila proses sintesis protein terganggu maka perkembangan sel kanker juga terhambat.

Peni Indrayuda, peneliti di Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Jawa Tengah, menyebutkan protein golongan RIP mampu memotong RNA dan DNA superkoil untai ganda menjadi nick circular – lingkaran semu – dan linier. Itu sejalan dengan penelitian Sismindari, dosis 6 mg/ml protein daun pepaya mampu memotong DNA superkoil menjadi lingkaran semu dan linier. Kemampuan memotong meningkat seiring penambahan konsentrasi protein yang digunakan.

Selain itu protein daun tanaman anggota famili Caricaceae itu memicu apoptosis alias program bunuh diri sel kanker. Hasil penelitian Sismindari menunjukkan ekstrak protein daun pepaya meningkatkan ekspresi protein p53 hingga 59,4%. Hebatnya daun pepaya juga tokcer menekan ekspresi protein Bcl2 63%. Protein yang disebut pertama berperan dalam menekan pertumbuhan tumor dan kanker serta merangsang apoptosis pada sel kanker. Sedangkan Bcl2 merupakan protein antiapoptosis atau penghambat program bunuh diri sel.

Cegah berkembang

Menurut wiyono daun pepaya juga mampu menghambat aktivitas topoisomerase II. Topoisomerase adalah enzim yang dibutuhkan sel kanker untuk berkembang biak. Bila aktivitas enzim itu dihambat, maka DNA sel kanker akan rusak dan tidak mampu bereplikasi. Dengan demikian, sel kanker pun gagal berkembang. Penghambatan aktivitas topoisomerase II juga berimbas terhadap peningkatan ekspresi protein p53, pemicu apoptosis.

Pada pengujian menggunakan ekstrak kloroform, kejadian apoptosis juga melonjak seiring peningkatan konsentrasi ekstrak yang diberikan. Apoptosis tertinggi terjadi pada kelompok yang diberi dosis 300 ?g/ml yaitu 46,86%. Sedangkan apoptosis terendah terjadi pada kelompok yang diberi dosis 25 ?g/ml, yakni hanya 3,76%.

Menurut dr Setiawan Dalimartha, dokter dan herbalis di Jakarta, daun pepaya memang berkhasiat antikanker. Untuk memperoleh manfaat itu, rebus 30 – 60 g daun pepaya segar dalam air secukupnya. Biarkan hingga mendidih dan menyisakan sepertiga air. Air rebusan itulah yang diminum setiap hari untuk menumpas sel kanker. Sejatinya, daun pepaya telah lama digunakan sebagai herbal.

K Heyne dalam Tumbuhan Berguna Indonesia menyebutkan daun pepaya berkhasiat menyembuhkah malaria, demam, asma, dan meningkatkan nafsu makan. Kini dengan bukti ilmiah sebagai antikanker, daun pepaya salah satu solusi kesembuhan bagi penderita kanker. Daun pepaya memang pahit, tetapi jangan lekas dimuntahkan

Kategori:Sehat Tag:,
  1. survivor
    2 Oktober 2010 pukul 14:34

    Apakah pernah ada percobaan ektrak daun pepaya mentah dg menumbuk dan diperas diambil airnya??

    Mohon tanggapan

  2. 20 Agustus 2010 pukul 21:46

    Kunjungan perdana niiih,,
    Daon paya saya suka banget tuuh pa lg klo pake samel wiih.. muantaaaap

  3. 19 Agustus 2010 pukul 13:41

    Salam Kenal dariku, nice artikel😀 Sekalian mau bilang Met Puasa bagi yang puasa. Met sejahtera bagi yang gak njalanin. Semoga selamat & damai dimuka Bumi. Amin😀

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: