Beranda > CETROL N-15, OCTANE N > Tanya jawab

Tanya jawab

Berikut respon tentang Cetrol dan Octane N :

Senang sekali saya mendapat respon pertanyaan bapak. Sengaja balasan email ini saya cc ke Teman-teman Agen lainnya dan juga ke Kantor MPS dan Bio Pacific Energy, sehingga dapat menjadi forum berbagi pengalaman di antara kita selama berada dilapangan.

Sebelum saya menjawab pertanyaan pak Mul, saya ingin ingatkan bahwa “Peran & maksud utama dari semua Aditif” (termasuk Bio Aditif Octane-N dan Cetrol N15) adalah untuk memperbaiki mutu dari produk, yang dalam hal ini kita bicara soal produk bahan bakar minyak (BBM) baik bensin maupun solar.

Seperti diketahui, mutu dari BBM sebenarnya ada 4 katagori atau tingkatan, dimana saat ini yang ada di pasaran Indonesia, masih berada pada katagori 4 (Premium) dan 3 (Pertamax & Pertamax Plus). Setiap katagori, mempunyai persyaratan minimal (berlaku secara internasional) yang dituangkan dalam Peraturan Pemerintah masing-masing Negara. Untuk bbm ini biasanya mengacu pada URO (Eropa), ASTM (Amerika & Canada), Jepang juga punya standard sendiri. Sedangkan di negara kita mengacu pada URO yang tertuang dalam Keputusan Dirjen Migas. (Bisa dilihat di internet). Tetapi pada dasarnya persyaratannya sama atau mirip, yang tujuan utamanya adalah untuk memberi jaminan kepada konsumen agar terpuaskan pada saat menggunakan produk bbm tersebut untuk mesin kendaraannya.


Persyaratan spesifikasi BBM ( juga pelumas), biasanya dibuat atas ”permintaan” pabrik pembuat mesin. Karena begitu banyaknya jenis mesin, maka spesifikasi BBM yang kemudian diikuti oleh tiap Negara adalah kompromi dari semua permintaan pabrik pembuat mesin.

Sebagai contoh : Pabrik mesin Honda, Yamaha, Ducati, Mercydes, dll membuat mesin reguler (mobil & motor penumpang) dan mesin untuk sprot atau racing. Jadi meskipun mungkin kapasitas mesinnya sama, tetapi karena tujuannya berbeda, maka jenis BBMdan pelumas juga akan berbeda.

Di Indonesia, ada ajang balapan motor dengan menggunakan ”Motor bebek” dan disebut ”Bebek Tune UP”, Underbone dsb. Nah, karena sebenarnya Motor yang dipakai untuk balapan adalah motor ”biasa” tetapi sekarang harus berpacu, maka masing-masing Pembalap akan memaksimalkan tenaga mesinnya. Salah satunya adalah dengan memakai bahan bakar yang paling baik mutunya, sehingga meskipun mesinnya sama diharapkan akan menghasilkan tenaga yang lebih baik. Produk Bio Aditif Octane-N juga pernah digunakan oleh salah satu pecinta Balap Motor, dan ybs sangat merekomendasikan pemakaian Aditif Octane-N. (Dan untuk maksud tsb, kami juga punya formula khusus.)

Nah … peluang seperti itulah (ketersediaan BBM yang belum memadai) yang dimanfaatkan oleh Perusahaan-perusahaan untuk menawarkan zat yang bisa meningkatkan mutu BBM. Penambahan zat tsb (aditif) bertujuan untuk menyempurnakan proses pembakaran. Dengan lebih sempurnanya proses pembakaran, biasanya akan diikuti dengan kenaikan tenaga, penurunan kadar emisi gas buang, dan kalau kemudian bisa lebih menghemat pemakaian bahan bakar … ya alhamdulillah, itu bonus.

Dalam marketing, bagian mana yang akan di tonjolkan, itu ya tergantung dari masing-masing produsen, dan semua itu sah-sah saja. Seperti halnya pemilihan nama produk ”OCTENE-N” adalah cara termudah untuk menarik konsumen, bahwa yang kita tawarkan adalah sesuatu yang berkaitan dengan bensin. Tapi sekali lagi kami ingatkan, produk Octene-N tidak menaikkan angka Oktane Bensin, demikian juga Cetrol-N15 tidak menaikkan angka Setana Solar. Mohon ini dicatat, jangan sampai kita berdusta kepada pelanggan. Karena dari pengalaman saya lebih dari 30 tahun membantu teman-teman peneliti bbm dan pelumas, banyak terjadi hal seperti itu. Itu sangat kami sayangkan.

Semoga mukadimah ini bisa menjadi tambahan wawasan teman-teman dalam memahami apa sebenarnya yang sedang kita tawarkan kepada konsumen, sehingga kita bisa memberikan informasi lebih luas kepada pelanggan dan calon pelanggan. Kalau soal laku nya, seperti sering Ust. Sudadi sampaikan dalam setiap pelatihan, itu tergantung dari Alloh, sebab rejeki kita Alloh yang mengatur, kita tinggal berusaha dan berdoa saja. Dan kami akan selalu memberikan produk yang terbaik untuk pelanggan. Oleh sebab itu secara terus menerus kami melakukan pengamatan untuk lebih menyempurnakan produk ini.

Sekarang kita kembali ke pertanyaan Pak Muyadi. Biar lebih mudah akan saya tulis kembali pertanyaannya dan langsung disertai jawaban dan ulasanya.

Tanya :
Oktane N sebagai detergen itu dari minyak atsiri atau unsur komponen lain?

Jawab:
Octane-N dan Cetrol N15, terbuat dari beberapa minyak atsiri, dimana komponen utamanya adalah minyak serih wangi/hutan dengan rumus kimia C10H18O. Dari data tentang minyak-minyak nabati, memang mempunyai sifat detergensi. Namun minyak sereh dan minyak nabati lain yang kami pakai pada produk Octane-N dan Cetrol N15, ternyata mempunyai sifat detergensi yang sangat baik, dan sekaligus bisa homogen dengan bahan bakar minyak (bensin dan solar). Sehingga dengan komposisi yang tepat, mempunyai manfaat yang sangat baik untuk meningkatkan mutu BBM tersebut.

Jadi tidak ada komponen lain selain minyak nabati (minyak dari tumbuh-tumbuhan).

Aditif sejenis yang terbuat dari bahan kimia sintetis, biasanya akan mempunyai dampak terjadinya penambahan kerak/doposit, karena ada sebagian yang tidak terbakar.

Karena Octane-N dan Cetrol N 15 juga sebagai katalisator, maka meskipun daya bersihnya akan lebih baik, tetapi pemakaian melebihi takaran (0,1%) akan kurang baik, karena bisa menambah deposit juga. Selain itu dari hasil pengujian, penambahan aditif lebih dari 0,1 %, justru kenaikan tenaganya lebih kecil (hanya 50% dibanding kalau takarannya 1 ml/lt)

Tanya :
Mungkinkah menggunakan Oktane tambah boros, karena ada yang bilang demikian?

Jawab:
Mungkin.

Karena dengan penambahan Octane-N, tenaga mesin naik sekitar 4-5 %, sehingga untuk manuver sangat nyaman. Nah dengan kenyamananan ini pengemudi secara tidak sadar mengubah kebiasaan mengendarai kendaraan, sehingga mesin bekerja pada putaran yang ”tidak efisien”.

Contohnya begini: Mesin dirancang akan efisien (baca irit bbm) kalau bekerja pada putaran dimana tenaganya paling besar (lihat grafik dari lampiran ini tentang pengujian Octane-N), yaitu pada kecepatan rata-rata 70 – 80 km/jam pada gigi tertinggi.

Nah kalau misalnya biasa berkendaraan pada kecepatan tsb, kemudian merubah pada kecepatan lain, tanpa tambah aditif pun akan menjadi lebih boros.

Yang sering kami temukan adalah, karena setelah memakai Octane-N mesin lebih prima, maka terjadi perubahan cara mengemudi, maka ya otomatis akan terjadi perubahan pemakaian bbm. Tetapi kalau menikmati kenyamanan dan tidak mengubah kebiasaan mengemudi, maka insyaallah akan lebih irit.

Setelah memakai Octane-N, sebenarnya kita bisa mengemudi lebih santai. Contoh: kalau sedang macet, dengan menggunakan Octane-N kita cukup masuk gigi 1, lepas kopling tanpa harus menginjak pedal gas, mobil atau motor akan tetap bergerak dengan mulus. Tapi kalau tetap injak gas, maka akan ada extra bahan bakar yang dibakar, yang sesungguhnya tidak perlu.

Untuk pertanyaan ini, juga bisa disampaikan bahwa kenikmatan mengemudi dan kebersihan mesin masih mempunyai nilai yang cukup tinggi dibanding dengan ”borosnya bbm”.

Kondisi seperti ini (pemakaian bbm lebih banyak) pernah kami teliti dan alami, hanya terjadi pada kendaraan dan kondisi tertentu saja dan relatif tidak banyak.

Jadi jangan kawatir mas. Jalan terus saja.

Tanya :
Sebelum menggunakan oktane kenapa filter harus dibersihkan ?

Jawab:
Lebih tepatnya begini: untuk mobil atau mesin yang sudah beroperasi lebih dari 20.000 km atau 250 jam, atau berumur lebih dari 2 tahun (meskipun jarang dipakai), maka biasanya sudah akan terjadi deposit dalam tangki bbmnya.

Jadi setelah memakai Bio Aditif ini 2 kali full tank, diperkirakan sudah akan terjadi proses pembersihan saluran bahan bakar. Sehingga agar kotoran yang mungkin sudah banyak dalam tangki dan saluran bbm tidak menimbulkan problem di tengah jalan, maka sangat dianjurkan untuk dibersihkan. Hal seperti ini sudah kami amati, sehingga kami selalu menyarankan untuk melakukan hal tersebut. Karena kalau tidak di sampaikan ke pelanggan, di kawatirkan filter mapet setelah memakai aditif kita … nah kita yang akan di komplin.

Jadi sekali lagi tolong di ingatkan, agar setelah 3 botol pemakaian (untuk mobil) dan 1 botol pemakaian (untuk motor) sebaiknya filter segera dibersihkan.

Tanya :
Jika kami punya lahan, Mungkinkan kami bisa pasok pohon sereh ke BPE (Bio Pacific Energy)

Jawab:
Sangat mungkin. Tapi tetap berpedoman suply and deman. Juga yang tidak kalah pentingnya adalah harga. Kalau mutu dan harga sama, tentu kami akan lebih senang mengambil dari keluarga sendiri bukan?

Untuk saat ini karena kebetulan Pak Jodi (Direktur BPE) adalah anggota dari Dewan Atsiri Nasional, pasokan bahan baku masih dapat teratasi dengan tingkat produksi Aditif saat ini. Dari prediksi kebutuhan Aditif tahum ini dan tahun-tahun mendatang dan dengan melihat sengat teman-teman dalam memasarkan Aditif ini, bukan tidak mungkin pasokan akan bertambah dengan tajam.

Sebagai gambaran, seandainya 0,1 % pemakai bbm menggunakan Bio Aditif ini, maka diperlukan sekitar 1.000 Liter Bio Aditif /hari. Atau sekitar 30 Ton/bulan. Ini berarti diperlukan lahan sereh sekitar 50 ha per hari dipanen, dan ini akan melibatkan sekitar 100 petani yang terlibat/hari. Dari perhitungan yang telah kami lakukan akan menambah penghasilan petani sebesar Rp. 1,25 juta diluar penghasilan utama mereka/ bulan.

Tanya :
Bisakah detergen pada atsiri membersihkan knalpot?

Jawab:
Insya Allah bisa. Dari testimoni salah satu Agen Jakarta (mas Eko) knalpot motor vespanya menjadi lebih bersih. Biasanya mesin 2 tak akan cenderung terjadi penumpukan deposit (kerak) di ruang bakar dan knalpotnya. Setelah memakai Octan-N, maka piston & busi lebih bersih, demikian juga knalpotnya. Dan saat membersihkan knalpot juga lebih mudah, karena keraknya lebih ”lunak”.

Ini berarti biaya perawatan lebih murah tho ??? Sebagai informasi saja, ada Agen (mas Yadhi Jakarta Timu), secara rutin membersihkan piston saat service besar motornya.. Ongkosnya Rp. 50.000,- Nah dengan menggunakan Octane-N biaya ini bisa di hemat.

Lha kalau mesin yang piston lebih dari satu berapa biayanya ????

Tanya :
nambahin dikit pakde …
saya kan pake motor Yamaha Jupiter MX manual, nah MX ini terkenal dengan kompresi yang tinggi dan sistem TPS alias throttle position sensor. dari awal beli 3.5 tahun yang lalu udah pake Octane-N. nah karena dari pertama beli pake octan awalnya nggak bisa ngebandingin tenaga, irit dll. tapi yang pasti mesin bersih banget … pernah waktu service di km 9000 kalo menurut buku petunjuk kan service agak besar, musti ganti busi dll. tapi ternyata mekanik yang service motor kaget, kok businya bersih banget terus mesinnya juga bersih tanpa kerak. doi bilang kalo pembakarannya masih optimal (kayak motor baru). nah terus setelah 3.5 tahun ini saya bandingin antara MX dengan octane dari awal sama yang MX modifikasi yang sudah bored-up. ternyata masih lebih bertenaga yang octane pada start awal tapi selebihnya masih menang yang modifikasi (ya iya lah … CDI aja diganti tanpa RPM limit lagi …).

walaupun tidak menambah nilai oktan pada bahan bakar, produk ini membuat proses pembakaran sempurna, jadi energi yang terbuang dari proses pembakaran nggak gede – gede amat. nah kalo masalah irit sih relatif banget. tergantung riding & driving style si empunya kendaraan. aku pake MX tetep aja boros, soalnya napsu pengen ngegas terus karena tenaganya besar … hehehehe … motornya hilman pake octane jadi irit, tapi kalo aku yang pake tetep aja jatohnya boros …
🙂 (Mulyadi)

Jawab :
Ya mas Yan, memang kalau pakai Octane-N akan terjadi pemberbersihan seluruh sistem bahan bakar, mulai dari tanki sampai ruang bakar, sehingga busi pun akan ikut bersih. Nah ini konyolnya dan saya alami, karena saking enaknya motor supra X th 2004 yang aku pakai, aku jarang service.
Tapi perlu di ingat bahwa namanya busi itu punya batas waktu pemakaian. Nah kejadian hari Rabu yg ketika saya ke Kantor Octane, persis di depan kantor, motor ngadat dan mati. Untung ada bengkel Honda. Dan ternyata penyakitnya yaitu busi mati dan benar-benar mati. Tapi busi tetap bersih.
Jadi walau mesin tetap enak dan nyaman, tapi tetap harus diperiksa rutine, Untuk busi maksimum cukup satu tahun saja, demikian juga oli menis harus tetap sesuai anjuran pembuat Oli, biasanya bisa sampai 5.000 km atau maksimum 4 bulan.
Semoga informasi mas Yan dan tambahan dari saya ini bisa menambah pengetahuan kita tentang mesin, bensin dan kehebatan Octane-N

Nah semoga apa yang kami sampaikan bisa bermanfaat untuk Mas Muyadi dan teman-teman yang lain.

Semoga kesuksesan akan segera menyertai anda semua. Selamat berjuang !!!

Wassalam,

Kusuma Wiryawan

R&D Bio Pacific Energy

Kategori:CETROL N-15, OCTANE N
  1. handys
    31 Mei 2012 pukul 21:47

    apakah anda kenal dengan pak rasdonal

  2. dwi
    14 Mei 2010 pukul 11:01

    gimana cara jadi agen. Di Cimahi sudah ada distributornya belum? ada teman yg jadi agenn oktan di Sumedang yg menyampaikan kalau biaya awal 1 juta dapat 72 botol @ 30 mil. ok give me more information.

    • 16 Mei 2010 pukul 11:52

      Ntar kontak saya aja ya di 081329463133🙂

  3. 9 April 2010 pukul 09:50

    Woooee, di surabaya/sidoarjo/Gresik Octan-n Udah tersedia loooo hubungi aja aku di (031-81199112)

    • 9 April 2010 pukul 17:48

      ya…diseluruh penjuru tanah air sudah hampir merata persebaran keagenannya…dimana pun anda berada pakailah octane N / cetrol N15 supaya kendaraan jadi ramah lingkungan dan irit BBM.
      anda bisa mendapatkan diagen terdekat info lebih lanjut hub kontak kami disitus resmi ruhindo.wordpress.com atau octan-cetrol.com

  4. HM.Djafar
    2 Maret 2010 pukul 05:03

    Saya sdh membeli barang nya dan betul2 hemat BBM dan daya tarik mesin enteng, mohon info dimana barang tersebut bisa dibeli karena saya berkeinginan utk menjual atau menjadi Agen utk penjualan di Bekasi dan sekitarnya

    • 9 Maret 2010 pukul 03:30

      silahkan isi formulir yang ada didalam blog ini dan kirim ke email abu.sulwi905@gmail.com
      untuk menjadi agen belanja minimal pertama Rp 500.000 transfer ke reg bank BRI no 671801000221508 an. Ita Lolyta setelah konfirmasi produk akan dikirim beserta perangkat keagenannya

      info lebih lanjut hub : sularno 0271 7924254 / 081329463133

  5. david angkasa
    18 Januari 2010 pukul 10:00

    bro…saya david.>saya mau nanya nih.>KERETA SAYA JUPITR Z TAHUN 2005 YG MAU SAYA TANYAKAN KENAPA SEWAKTU MESIN BERPUTAR PADA RPM TINGGI TIBA2 OLI MESIN MUNCRAT DARI SELANG PEMBUANGAN OLI…KEADAAN KERETA SAYA TUNE UP,NAIK STROKE,PISTON STD JUPITER Z…KERETA UTK BALI DI MEDAN…TY BRO ATAS JAWABANYA..JAWABANYA KIRIM VIA EMAIL SAYA AJA BRO…

    • 19 Januari 2010 pukul 13:17

      jawabanya ada di artikel dan tanya jawab…silahkan dibaca lebih lengkap penjelasannya

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: