“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, Aku hendak menjadikan khalifah di bumi. Mereka berkata,” Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah disana sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu ? “Dia befirman ,”Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”

(QS. Al Baqarah : 30)

Hai para penghuni bumi, kita adalah makhluk yang dipilih Allah untuk memimpin bumi. Yang dipilihnya bukan para malaikat yang selalu menunduk dan patuh pada perintah-Nya. Yang selalu bersedia melaksanakan segala yang diminta-Nya.

Khalifah fiil ardh….Itu julukan kita dari pencipta kita. Julukan dan panggilan yang tinggi sehingga kita perlu hati-hati dalam menjalankan tugas kita sebagai khalifah di bumi. Tugas sebagai khalifah tidaklah mudah. Merawat rumah sebesar 3×4 m saja kita belum optimal, apalagi bumi yang kita belum tahu pasti luasnya berapa.

Sebagai khalifah, pemimpin makhluk di bumi, ada hal-hal yang harus kita perhatikan. Masalah lingkungan dan tentu saja sesama kita. Akan terasa nyaman, tentram jika kita tinggal di suatu lingkungan yang bebas dari hal-hal yang tidak kita sukai, misalnya dengan polusi udara, penyakit aneh yang setiap tahunnya muncul.

Siapa yang bertanggung jawab atas ketidaknyamanan itu ?
Manusia. Manusialah yang merusak lingkungan itu sendiri sehingga manusia pula yang mengalami akibat dari kerusakan tangannya. Polusi di mana-mana, penyakit pernapasan (ISPA=infeksi saluran pernapasan akut) muncul. Dari mana asal polusi itu ? Dari pembakaran hutan yang tidak memikirkan orang banyak, hanya memikirkan kesenangan beberapa gelintir orang. Itu terjadi jika kemarau panjang saja, tapi polusi udara yang sering kita hadapi sekarang berasal dari sisa pembakaran kendaraan bermotor.

Semakin tahun jalanan semakin macet karena kendaraan semakin banyak. Tidak salah-salah, di Jakarta plat kendaraan berakhir dengan 3 huruf, misalnya B 5162 AFG (semoga tidak ada yang punya plat ini). Ternyata, hal tersebut memberi konstribusi besar bahkan sangat besar pada meningkatnya kuantitas polusi di kota-kota besar. Yang terjadi, lagi-lagi….Penyakit asing datang. Imunitas tubuh yang lemah akan menjadikan penyakit itu bermutasi menjadi penyakit baru.

Ayo, selalu ada cara untuk memperbaiki sebelum kemusnahan berangsur menyapa kita. Kembalilah ke alam dan sayangilah alam. Disana telah tersedia solusinya.

πŸ˜€

  1. 6 Desember 2009 pukul 05:13

    mungkin dunia memang akan hancur…dunia sudah tua…orang orang sudah gila…haha becanda:mrgreen:

    • 6 Desember 2009 pukul 15:31

      Semoga kita tidak termasuk dalam kategori terakhir….

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: